Free Support 24/7

(021) 82431931

Tags: Ekonomi

The Resilience Code: Kerangka Dasar Lima Pilar untuk Pembangunan Berkelanjutan

  • Price in reward points: 1000
  • Penerbit: Mitra Wacana Media
  • Kode Produk: MWM000837
  • Penulis: Ahmad Hidayat Sutawidjaya, Unang Toto Handiman, Erna Febriani
  • ISBN: 978-602-
  • Edisi: 1
  • Tahun Terbit: 2026
  • Jml Halaman: 468
  • Berat: 800.00g
  • Bahasa: Indonesia
  • Dimensi: 17.00cm x24.00cm
  • Ketersediaan: 10
Rp150,000.00

The Resilience Code: A Pentuple Bottom Line Framework for Sustainable Development membahas kebutuhan akan paradigma pembangunan yang mampu menjawab ..

The Resilience Code: A Pentuple Bottom Line Framework for Sustainable Development membahas kebutuhan akan paradigma pembangunan yang mampu menjawab kompleksitas krisis global, keterbatasan model pembangunan lama, serta berbagai tantangan keberlanjutan yang semakin saling berkaitan. Buku The Resilience Code: Kerangka Dasar Lima Pilar untuk Pembangunan Berkelanjutan ini berangkat dari kritik terhadap pendekatan pembangunan yang terlalu berorientasi pada pertumbuhan ekonomi dan keterbatasan kerangka keberlanjutan yang belum sepenuhnya mampu mengintegrasikan berbagai dimensi pembangunan secara menyeluruh. Pembahasan diawali dengan perkembangan pemikiran dari Triple Bottom Line, Quadruple Bottom Line, hingga Pentuple Bottom Line, serta pengenalan The Resilience Code sebagai kerangka strategis dan etis untuk membantu organisasi dan masyarakat menyerap guncangan, beradaptasi terhadap perubahan, bertransformasi menghadapi krisis sistemik, serta meregenerasi modal alam dan modal sosial. Resilience Code menekankan karakteristik yang integratif, transformatif, regeneratif, dan kontekstual. Buku ini juga membangun fondasi ilmiah keberlanjutan melalui pembahasan mengenai ekosistem sebagai sistem terbuka dan disipatif, jasa ekosistem, termodinamika, entropi, eksergi, fungsi disipatif, serta pendekatan meta-modeling untuk mendukung penilaian keberlanjutan secara lebih holistik dan dinamis. Kerangka Pentuple Bottom Line (PBL) kemudian dikembangkan sebagai pendekatan multidimensional yang menghubungkan aspek ekonomi, sosial, lingkungan, tata kelola, dan jaringan/resiliensi. Pembahasan dilanjutkan pada perencanaan ketahanan pemerintah daerah, pengelolaan jasa ekosistem, modal sosial, strategi keberlanjutan UKM dan klaster, keterlibatan multipemangku kepentingan, Collective Impact, serta berbagai alat dan indikator untuk mengukur kinerja keberlanjutan. 

Tulis review

Note: HTML is not translated!
   Bad           Good
Image