Free Support 24/7

(021) 82431931

Tags: Manajemen dan Keuangan

Konsep Corporate Governance Syariah

  • Penerbit: Mitra Wacana Media
  • Kode Produk: MWM_MAN | 17X24 | HVS_B/W | Soft_Cover | FC
  • Penulis: Dr. Hamdani, MM.,M. Ak
  • ISBN: 978-602-318-400-2
  • Edisi: Pertama
  • Tahun Terbit: 2019
  • Jml. Hal: 240
  • Berat: 686.00g
  • Dimensi: 17.00cm Χ 24.00cm
  • Bahasa: Indonesia
  • Availability: In Stock
Rp90,000.00

Buku “Konsep Corporate Governance Syariah: Dilema Etika Antara Shareholders Vs Stakeholders sangat cocok dibaca oleh kalangan mahasiswa, akademisi, ..

Buku “Konsep Corporate Governance Syariah: Dilema Etika Antara Shareholders Vs Stakeholders sangat cocok dibaca oleh kalangan mahasiswa, akademisi, praktisi, dan para pelaku bisnis. Buku ini lahir dalam pertentangan batin penulis ketika manajemen dihadapkan pada dua pilihan, yaitu orientasi kepentingan shareholders atau stakeholders dalam menjalankan aktivitas operasional pada lembaga keuangan syariah? 

 

Sebagaimana corporate governance dalam Anglo American Model, bahwa shareholders dinilai sebagai pihak yang banyak berkontribusi dalam kelangsungan hidup perusahaan. Maju dan mundurnya perusahaan sangat ditentukan oleh keberadaan shareholders. Apabila terjadi konflik kepentingan antara stakeholders, maka yang akan dimenangkan adalah mereka yang berkontribusi langsung (shareholders) dan mengorbankan stakeholder lainnya. 

 

Berbeda pandangan dalam Franco-German Model, menempatkan stakeholders secara proporsonal. Model ini fokus pada upaya memaksimalkan nilai bagi kepentingan stakeholders, yaitu menempatkan stakeholders pada posisi yang setara, sehingga tidak ada satupun stakeholders yang dikorbankan untuk kepentingan pihak-pihak tertentu. Namun dalam praktiknya, pemahaman terhadap kedua model tersebut menimbulkan sebuah perdebatan. Tampaknya, kedua model tersebut belum menjadi solusi dalam tata kelola pada lembaga keuangan syariah. Semula konflik kepentingan hanya terjadi antara prinsipal dengan agen, kemudian meluas dan terjadi antara pemegang saham mayoritas dan pemegang saham minoritas. 

 

Teori keagenan (Agency Theory) mendeskripsikan hubungan antara pemegang saham (shareholders) sebagai prinsipal dan manajemen sebagai agen (Manajer). Manajemen sebagai pihak yang dikontrak oleh pemegang saham untuk bekerja demi kepentingannya. Secara otomatis, tanggung jawab mutlak akan dilakukan kepada para pemegang saham (shareholders). Padahal yang menentukan keberhasilan perusahaan bukan saja shareholders, tetapi stakeholdes lain yang lebih luas (termasuk investors, customers, suppliers, government, natural environment, local communities, fakir miskin, anak-anak terlantar, dan ibnu sabil). Bagi manajemen yang sadar akan tanggung jawabnya, pihak-pihak tersebut juga perlu mendapat perhatian. Namun, hanya akan menjadi dilema ketika manajemen secara pribadi sadar akan tugasnya sebagai khalifah di muka bumi. 

 

Buku ini menawarkan konsep tata kelola yang baik (good corporate governance) dalam kerangka syariah. Konsep tata kelola yang memadukan nilai Islam ke dalam praktik bisnis modern atau yang dikenal dengan corporate governance. Nilai Islam sebagaimana yang dicontohkan Nabi Muhammad SAW (shiddiq, fathanah, amanah, dan tabligh) sangat relevan dalam praktik bisnis modern (transparansi, accountability, responsibility, professional, dan fairness). Oleh karena itu, untuk menerapkan good corporate governance pada lembaga keuangan syariah diperlukan pondasi yang kokoh, yaitu dengan mengimplementasikan nilai Islam secara menyeluruh dalam aktivitas operasionalnya. Dengan memadukan keduanya, diharapkan mampu mewujudkan corporate governance syariah dan menjadi solusi dalam tata kelola perusahaan.

 

Kurir ETD Berat Biaya Kirim

Tulis review

Note: HTML is not translated!
    Bad           Good