Free Support 24/7

(021) 82431931

Penjualan “Copyright” Buku ke Luar Negeri, Ikapi dan Bekraf Luncurkan “Indonesia Partnership Program”

Penjualan “Copyright” Buku ke Luar Negeri, Ikapi dan Bekraf Luncurkan “Indonesia Partnership Program”


JAKARTA – Ikatan Penerbit Indonesia (Ikapi) meluncurkan “Indonesia Partnership Program” untuk menggairahkan penjualan hak cipta (copyright) buku-buku Indonesia ke luar negeri. Dengan dukungan Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf), para penerbit Indonesia dan luar negeri akan dipertemukan dalam ajang Indonesia International Book Fair (IIBF) pada September 2019.

Sebagai tanda dimulainya “Indonesia Partnership Program”, Ikapi menyelenggarakan Kick Off and Sharing Session pada 18 Juli 2019 di Jakarta. Acara tersebut menghadirkan para pelaku industri perbukuan yang selama ini aktif dalam transaksi hak cipta sebagai pembicara. Ketua Umum Ikapi Rosidayati Rozalina, Ketua Panitia IIBF 2019 Djadja Subagdja, dan Ketua IPP Amalia B Safitri menjadi tuan rumah acara tersebut. Peserta berasal dari kalangan penerbit dan pelaku dunia perbukuan lainnya.

“Dengan adanya kegiatan IPP ini, diharapkan semakin banyak buku-buku dari Indonesia dibeli copyright-nya oleh negara lain,” ujar Amalia. Kegiatan ini juga bertujuan untuk menjadikan Indonesia sebagai pusat pertukaran hak cipta di kawasan Asia Pasifik.

Deputi Pemasaran Bekraf, Joshua Puji Mulia Simandjuntak, mengatakan IPP diadakan untuk mendorong sektor penerbitan di Indonesia agar naik ke tingkat selanjutnya. “Semakin banyak karya para penulis Indonesia dikenal di mancanegara, itu yang utama,” katanya. Pemerintah akan terus mendukung usaha tersebut dengan menjadi sponsor kepada penerbit yang mau membeli karya Indonesia.

Menurut Amalia, IPP dapat menjadi jalan bagi literasi Indonesia untuk lebih dikenal di kancah internasional dan para penerbit Indonesia dapat memanfaatkan event ini sebaik-baiknya karena tidak perlu lagi keluar negeri. “Hanya dengan mengikuti IPP, para penerbit di Indonesia dapat melakukan transaksi copyright dengan penerbit asing,” ujarnya.

Dengan “kick off” pada 18 Juli, IPP menjadi program internasional pertama dalam rangkaian Indonesia Internasional Book Fair (IIBF) ke-39 pada tahun ini. Program tersebut akan berlangsung 3-6 September 2019 dan merupakan tindak lanjut dari kesuksesan Indonesia di ajang London Book Fair (LBF) pada Maret lalu. Pada LBF 2019, terjadi transaksi penjualan hak cipta terjemahan buku Indonesia sebanyak 23 judul.  Dampak berikutnya, hingga Juli 2019, sudah terjual 114 judul hak cipta terjemahan ke mancanegara.

Tahun ini, “Indonesia Partnership Program” menargetkan 45 partisipan mancanegara yang terbagi dalam 5 wilayah yakni Asia Tenggara, Asia Timur, Asia Selatan, Amerika Utara, dan Eropa. Peserta yang dapat mengikuti rangkaian program ini adalah penerbit profesional, editor, agen, dan manajer hak cipta yang sudah berpengalaman serta tertarik untuk menjalin kerja sama dengan penerbit Indonesia.

“Ciri khas pameran buku internasional adalah maraknya transaksi hak cipta di pameran tersebut,” ujar Djadja Subagdja. Menurut dia, selama ini di IIBF belum banyak transaksi hak cipta yang terjadi, sehingga perlu ada stimulasi. “IPP ini kita harapkan menjadi stimulan bagi peningkatan jumlah dan nilai transaksi hak cipta, sehingga IIBF akan benar-benar menjadi sebuah pameran buku internasional,” katanya.

Selain itu, para peserta juga mendapatkan program khusus yang diberi nama “Executive Social and Cultural Program”. Mata acara dalam program tersebut beragam, mulai dari business matchmaking, seminar tentang penerbitan, workshop, serta kunjungan ke penerbit, toko buku, dan museum.

Partisipan “Indonesia Partnership Program” juga dapat mengikuti program-program lainnya, di antaranya International Symposium on Education “Hybrid and Adaptive Learning Toward Industrial Revolution”. Simposium ini akan menampilkan José Borghino (Secretary General of IPA – International Publisher Association) dan Wilmar Diepgrond (Heads Germany’s Association of Educational Publishers) dan dimoderatori Hary Candra, founder dan CEO Pesona Edu. Selain itu, akan diadakan seminar Publishing Insight dengan tema “Success Stories and Steep Paths in Rights Selling” yang akan menghadirkan beberapa pembicara mancanegara yang akan dimoderatori oleh Claudia Kaiser, Wakil Presiden Frankfurt Book Fair.